Rabu, 15 Mei 2024

Benar-benar benar

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar benar. 

Diam-diam terdiam mendiami pikiran yang lalu lalang. 

Lantas terlintas batas-batas antara yang lain dengan yang sebagainya. 

Mengoceh tanpa sebab, menangis tanpa sembab. 

Bersiap-siap terkesiap atas bawah!

Tidak tanggung-tanggung untuk segala tanggung-jawab

Yang timbul tiap tenggelam

Bukankah, bukan?

Iyalah, iya?

Selasa, 17 September 2019

#3 Kakakku dilarang baca ini.


Aku kala itu adalah anak pintar menurut definisiku sendiri. Aku sudah bisa mandi sendiri. Makan-makan sendiri. Walaupun nyuci baju sendiri baru sebatas dalam permainan barbie.

Di rumah yang aku tinggali ini, rumah nenek dari pihak ayahku. Ada bak mandi yang besar sekali untuk ukuran anak kecil seumurku

Dan bagi bangsa semut, mungkin salah satu provinsi kepulauan di negara mereka.



Lanjut ke bak mandi itu, sering kali membuatku tergoda untuk nyebur yang menurut imajinasiku bagaikan kolam tanding di gelanggang renang ancol itu.

Hingga suatu hari di musim panas, yang merupakan waktu bermain yang asyik

Bak itu bagaikan memanggil namaku, memohon untuk dimasuki kedalamnya
Hatiku bergejolak.
Birahiku meninggi, dan oh... Entah mengapa, rasanya saat menuliskan ini, seperti dalam adegan .

Tak tahan, Aku pun nyebur, kebetulan air bak mandinya terisi penuh
Aku berendam dengan anggunnya, berkhayal pula seperti bintang iklan lux
Jika ada orang yang seperti memasuki area kamar mandi, aku akan berpura-pura sedang mengguyur.
Oh tentu saja aku hebat soal itu.

Tiba-tiba aku merasa ingin pipis, aku buru-buru keluar dari bak mandi. Mudah2n tidak keluar pipisku disitu biarpun hanya beberapa tetes.
Ini harapanku.


Malam harinya, sebelum tidur aku melihat kakakku menggosok gigi. Ia berkumur-kumur dengan air di bak yang sebelumnya aku buat berenang. Aku pun teringat akan perihal pipisku, dan tidak sengaja berteriak. Kakakku kaget dan keselek.


Bekas rendaman kakiku, bahkan seluruh badanku mungkin cairan di tubuhku, terminum olehnya.

Kak, selamat kamu telah jadi kakak yang berbakti!

Jumat, 16 Maret 2018

EVENT ORGANIZER - OJEK ONLINE



Oleh: Liana Apriyanti - 1101150159


#SATU - EVENT


Peluncuran promo #KantongMahasiswaUBK, Mau ke kampus atau order makan sampai ke kelas ? Bisa!
Universitas Bung Karno adalah salah satu Universitas yang menyediakan slot kuliah malam dengan bidik masyarakat umum yang kebanyakan berasal dari Pekerja maupun Wirausahawan. Dengan rentang waktu kegiatan belajar-mengajar mulai pukul 5 petang hingga pukul 10 malam, tentunya salah satu hal yang terbesit ialah “Makan malam apa” dan “Makan malam dimana”. Menyadari problema tersebut, salah satu solusinya ialah dengan menggunakan layanan jasa ojek online sebagai wadah penyalur memesan makanan. Hal inilah yang kemudian membuat jasa ojek online menggaet Universitas Bung Karno dalam promo dengan tagline-nya; #KantongMahasiswaUBK
Sebagai rangkaian promosi program tersebut akan diadakan sosialisasi melalui Event yang berbasis Mahasiswa Jaman Now.

Opportunity :
-          Jika dimasa sekolah dasar dahulu, kita sering mendengar istilah sandang, pangan dan papan. Nah, dimana makan malam ini ialah bagian dari kegiatan sandang. Tidak bisa dipungkiri kebutuhan makan malam merupakan kebutuhan harian hampir setiap orang. Dengan adanya kebutuhan ini, peluang jasa ojek online tentunya sangat besar. Dengan keberagaman kuliner Indonesia tentunya selera setiap orang pun bermacam-macam. Disini jasa ojek online hadir untuk menjembataninya.­
Threat :
-          Bersaing dengan warung makanan lokal yang berjajar di area kampus.


 #DUA - EVENT


Charity Event #BookToBook
Ini adalah sebuah Charity Event persembahan dari Jasa Ojek Online, yang mana berlandaskan hal klise; Buku adalah Jendela Dunia. Seperti yang kita ketahui, istilah Book dalam bahasa inggris mengacu kepada dua hal, yaitu Buku dan Reservasi.  Aturan main program ini ialah dimana setiap mahasiswa dapat membayar tagihan perjalanan dengan buku pelajaran ataupun novel yang masih layak dibaca sesuai dengan syarat tentunya. Kemudian, “setoran buku” dari driver oleh pihak Jasa Ojek Online akan di distribusikan ke Perpustakaan Kampus yang akan bekerja sama.
Program ini hanya berlangsung 1 hari, yaitu di hari buku dunia pada tanggal 23 April mendatang.
Sebagai rangkaian promosi program tersebut akan diadakan sosialisasi melalui Event yang berbasis Mahasiswa Jaman Now.

Opportunity :
-          Manusia pada dasarnya ialah makhluk sosial and sosial media. Dengan adanya event nyentrik seperti ini, peluang kesempatannya cukup besar, yaitu ikut-ikutan agar dibilang hypie.

Threat :
-          Kesulitan mungkin akan datang dari kurangnya info terhadap pihak Driver maupun pendistribusian.



#TIGA - SEMINAR

Seminar Inspiratif ;“Yang Muda dan Mudah, Bisnis melalui Ojek Online”

Sebuah program seminar persembahan jasa Ojek Online, yang mana berlandaskan bahwa sebuah usaha bisnis terjadi antara Pihak penjual dan Pihak pembeli. Nah, bisakah kita memanfaatkan peluang jika kita bukanlah penjual maupun pembeli ? Jawabannya BISA! Mau tahu kiat selanjutnya, hadirilah Seminar Inspiratif ini yang akan diselenggarakan di Universitas Bung Karno.
Opportunity :
-          Seminar yang diadakan dikampus apakah selalu berhasil menggaet pengunjung? Bisa. Walaupun kebanyakan mungkin pengunjung ialah civitas sendiri. Meski mungkin hanya dua alasan kenapa mengikuti seminar, ingin mendapatkan ilmu ataupun setifikat saja.

Threat :
-          Banyak sekali jurnal atau e-book gratis yang tersedia di Internet tanpa harus mengikuti seminar. Umumnya jika mendengar kata “Seminar” bagi orang awam, biasanya yang terbesit adalah duduk berjam-jamnya seperti mendengarkan pidato. Membosankan. Untuk itu perlu target market yang pas.


 #EMPAT - LOMBA
Lomba Menulis Artikel  dengan tema “Mahasiswa dan Ojek Online”
Threat and Weakness :
-          Mahasiswa saat ini, umumnya... bahkan untuk menulis tugas makalah saja hasil dari copy paste googling maupun wikipedia. Umm..


 #LIMA - LOMBA

Lomba Fotografi Kampus dengan tema “Mahasiswa dan Ojek Online­­
Strength and Opportunity :
-          Foto dan Ojek Online adalah kegiatan yang sangat umum dilakukan. Sehingga, mengikuti kompetisi ini bakal membangkitkan “hobi” mahasiswa jaman now yang umumnya sangat familiar dengan kamera dan aplikasi ojek online.
Threat :
-          Terkadang acara berbasis lomba fotografi digelar berujung ketidak-puasan peserta. Penilaian dinilai bersifat tidak fair, hal ini bisa menurunkan minat peserta.


Senin, 13 Juni 2016

Orang bodoh vs orang pintar




Kata sang motivator itu.. orang bodohlah yang mempekerjakan orang pintar...
Karena, orang bodohlah yang susah cari pekerjaan sehingga mereka membuka usaha sendiri.
Karena bodoh, ia membutuhkan orang pintar untuk mengelolanya.
Jadi, dimanakah saya sekarang ini... dan akan kemanakah?
Menjadi orang bodoh atau orang pintar...

Tapi kenyataannya sekarang ini saya merasa menjadi orang malas

Rabu, 08 Juni 2016

Sebuah cerita tanpa tujuan

Ada banyak sekali yang ingin saya ceritakan.

Dengan seseorang.


Banyak yang heran dengan saya, karena saya tidak menangis saat menghadapi kematian maupun pemakaman Ayah saya. 
Berbanding terbalik saat beliau sedang dalam masa kritis, yang mana saya terlihat terlalu memaksakan Ayah saya untuk berjuang.
Entahlah, mungkin ikhlas adanya.
Mungkin saya juga sudah terlampau lelah menangisi Ayah saya.

Dahulu, saya sering membayangkan jika orang tua saya meninggal. Hingga terkadang, saat malam saya suka mengecek "nafas" orang tua saya.
Ayah saya dulunya berjualan kue di monas, hingga 14 tahun lamanya. Pekerjaan beliaulah yang menghasilkan sesuatu yang merupakan anugerah yang tidak bisa ditukar oleh uang, yaitu waktu.
Ya, karena berjualan kue untuk orang-orang yang senam pagi saja, maka Ayah saya jam 10pagi sudah berada dirumah. Anugerah waktu bersama Ayah saya.
Ibu saya juga hanya ibu rumah tangga biasa. Anugerah waktu bersama Ibu saya juga.
Masa kecil saya indah, tidak kekurangan waktu bersama dengan orang tua saya.

Beberapa minggu ini, sepeninggal Ayah, saya berusaha mengira-ngira akankah usia Ayah saya jadi lebih panjang apabila anugerah waktu yang diberikan Tuhan untuk bersama keluarganya lebih sedikit?
Maksudnya, banyak Ayah yang lain yang yah... Tidak ada waktu dengan keluarganya, tetapi usianya jauh lebih panjang.
Yah, walaupun 63th usia yang sama dengan usia Rosul. Tetapi maafkanlah hamba yang masih suka bertanya seperti ini, Wahai Dzat yang Maha Esa...


Saya sangat berterima kasih kepadaMu ya Allah, atas kesempatan-kesempatan yang Kau Anugerahkan kepada hamba lagi. Yaitu adanya Waktu untuk bersama si Papa hingga detik terakhirnya.
Rencanamu menakdirkanku sebagai;
Seorang anak yang belum menikah.
Tidak bekerja di perusahaan besar.
Terima kasih.
Sungguh saya sangat bersyukur.
Mungkin, jika saya berkeluarga, atau seseorang karyawan di perusahaan besar, keterbatasan untuk menjaga Ayah saya semakin besar.

Ini logika saya.

Allah, Kau pasti tahu pembicaraan saya dengan ayah saya di kamar waktu itu. Berdua saja. Seperti beberapa malam-malam sebelumnya, berdua saja.
Tanggal 18 Maret 2016.
Hari itu dua hari setelah ayah saya didiagnosa sakit keras. Sakit yang teramat keras.
Saat ayah saya sepenuhnya sadar penyakitnya.
Saat saya si cengeng ini tidak sengaja menumpahkan air mata ini..
Saat ayah saya berusaha menghibur saya dan berkata, jangan bodoh, Papa gak bakal mati. Justru Papa yang gak bisa apa-apa kalau lian gak ada.

Allah, saya bukan pengingat kata-kata yang bagus. Tapi ingatan akan rasa itu kuat. Lupa kata-kata detailnya tapi ingat selalu rasanya.

Malam itu,
Bagaimana ayah saya memeluk dan mengelus rambut saya.
Saya memejamkan mata dan benar-benar berusaha menyerap ingatan akan rasa itu.
Tidak, jangan katakan saya sudah berfirasat saat itu. Akan tetapi, sebelumnya sudah saya beritahu dari awal. Karena saya suka mengecek "nafas" sedari kecil, bukan?

Di malam itu juga, saya yakin seyakinnya satu hal bahwa, ayah saya masih mencintai ibu saya.
Bukan hal yang aneh memang.
Tapi selama ini mereka sering bertengkar. Dan sering timbul pertanyaan dibenak saya,
Apakah mereka berdua masih saling mencintai?


Malam itu juga, kami berbincang soal saya yang.... yang belum ada gambaran untuk menikah.
Tak apa-apa kata ayah saya.


Dan sekarang...

Hai dengarlah, jodohku dimanapun kamu berada. Siapapun kamu itu.
Ayah saya, sudah berpulang ke pangkuanNya tanpa sempat saya banggakan untuk diperlihatkan kepadamu. Betapa hebatnya ia.
Maafkanlah jika nanti saya menikahimu kelak...
Mungkin saya akan tetap akan menjadi seorang anak perempuan ayah saya yang cengeng.
Tapi kamu masih setia mengusap airmata saya, bukan?











Selasa, 08 September 2015

September

Aku memimpikanmu. Bukan, bukan dalam artian menginginkanmu. Sebagaimana kau adalah impianku. Tapi bukan pula aku tak ingin... kau tahu, hanya saja itu mimpi. Itu saja. Mimpi sederhana. Dimana ada aku dan kamu. Dimana aku tau letaknya, walau tak tahu posisi kedudukan kita seperti apa. Ya, hanya mimpi sederhana. Tapi aku bahagia. Sesederhana bahagia itu.


Kau tahu, setelah aku terbangun dengan bodohnya aku berusaha berpikir. Berpikir alangkah baiknya itu tidak terjadi, alangkah baiknya kau tidak bodoh berpikir meninggalkannya, demi diriku. Demi kebaikanku pula, sebenarnya. Ia tak perlu terluka oleh kekonyolan kita, dan meski aku tau aku pasti terluka. Apapun akhirnya.


"Rumah, 8 Sept 2015"