Guruku yang setelah persami kuketahui paling gaya, dengan kacamata hitamnya keluar dari sebuah mobil sedan. Ia keluar dari pintu sebelah kanan.
Yang artinya selain guru, iapun supir. Maksudku bisa menyetir mobil. Wah!
Pagi itu hari senin, bu Endang menagih tugas peer. Tiba giliranku, kubilang buku peerku ketinggalan.
Ibu Endang menatapku sekilas. Entah berapa detik, tapi sanggup membuatku gugup. Aku rasa beliau sedang menilaiku, berbohong atau tidak.
Aku pun tahu konsekuensinya jika mengatakan demikian artinya aku harus mengambilnya dirumah. Meski rumahku dekat, aku sebenernya enggan. Maklum diluar bekas turun hujan jadinya jalanan becek.
Aku pun permisi minta ijin pulang. Dengan berlari ditengah jalanan becek aku pun menuju rumah.
Singkat cerita, beberapa lama kemudian akupun sudah kembali dengan buku peerku.
Halaman peerku sudah terisi penuh. Bukan hanya penuh dengan tugas peerku, tapi juga dengan penuh penyesalan.
Aku tidak mencontek, tidak bukan itu yang menyebabkan aku merasa demikian.
Justru tugas peerku saat itu adalah mencontek.
Ya, namanya juga tugas menulis tegak bersambung alias laten.
Tahu apa yang terlewat dibagian ini?
Sebenarnya saat aku menyadari bahwa aku lupa mengerjakan peer. Dengan perlahan aku memasukan bukuku kedalam baju.
Setelah permisi ijin pulang aku langsung mengerjakan peer tegak bersambungku yang sepanjang dua halaman itu. Tulisanku acak kadut. Demikian hatiku.
Tahu kan apa yang seharusnya membuatku menyesal saat itu?
Yah. Aku sebenernya tidak harus berbohong dengan pulang ke rumah untuk berpura-pura mengambil buku peerku dan mengerjakannya dirumah. Seharusnya aku tidak perlu mengeluarkan tenaga begitu banyak untuk berlari demi sebuah kebohongan.
padahal bisa saja aku mengerjakannya di wc sekolah dan berpura-pura sehabis dari rumah dengan menempelkan sedikit lumpur di rok putih belakangku.
Yah. Aku pun baru menyadari kebodohanku itu saat menulis cerita ini, dan sekarang aku mungkin lebih pintar sedikit. Dalam hal merencakan kebohongan...
Ah, andai saja aku dapat kembali ke masa kecilku....
Ups, apakah ini salah satu kebodohan di masa sekarang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar